Rabu, 28 November 2012

puisi ku by : adien.bebekcupu


Renungan ku
Sempat termenung menatap embun
Diam membisu menyangga dagu
fikiran melayang menembus awan
menatap hampa dalam kabut kehidupan
              kian lama kian merapuh
              satu-satu mulai lemah
              terpaut dalam masa senja
              yang tersisa hanya kenangan
              tersenyum pahit dalam satu kenyataan.




Moon  & Star


Bulan bila malam ini engkau ada

Ajarkanlah aku tentang keyakinan

Bintang jika engkau saat ini sedang menemani sang rembulan

Tolong tunjukan  padaku tentang arti kesabaran

            Sebab bulan engkau telah yakin untuk memancarkan sinarmu

            Untuk menyinari malam walaupun tak seterang matahari

            Bintang ketulusanmu dalam menemani sang rembulan

            Mengartikan tentang kesabaranmu yang tak pernah lelah tuk menemani

            Sang rembulan.

Malam ini aku bersenandung rindu,

Rindu yang telah mempermainkan perasaanku

Rindu yang telah menyiksa jiwaku

Tapi kutelah leburkan semua rinduku

Menjadi keyakian & kesabaran yang diajarkan bulan bintang

Terimakasih tuhan tiada ciptaanmu yang tak bermanfaat bagi makhlukmu.



NAIF
Aku memang jalang 
aku memang naif
aku tak terlalu kuat seperti karang
karena kelemahanku seperti ombak yang
menggerogoti karang
    aku pecundang yang berdiri diantara siluet penyesalan
    ku tatap bayang-bayang hitam,
    jiwaku telah mati, terampas ombak kelemahan
    hidup sungguh kejam
    iblis itu licik memang
    membawaku dalam kenikmatan dosa 
    yang selamanya kan tersesali 
    dan menyeretku ke dalam dosa yang ku naifi
         kutukilah aku dalam 
         kata kabutmu
         yang pergi dan yang kembali.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar